Rabu, 06 Februari 2019

Lantik Pengurus UKM Pramuka, Ini Pesan Rektor UIN Alauddin Makassar


Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir bersama pengurus dan anggota UKM Pramuka 


GOWA - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr Musafir melantik pengurus Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Mahasiswa (Dema) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UIN Alauddin Makassar masa bakti 2019-2020 di Gedung Auditorium. Rabu (06/02/2019)

Salah satu yang dilantik adalah pengurus Dewa Racana Pandega (DRD) Alauddin dan Maipa Deapati UKM Pramuka UIN Alauddin Makassar.


Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Musafir meminta agar pengurus yang barus dilantik harus berpikir rasional sehingga ia bertindak kritis.


"Perkuat internal sebelum mengkritik, jangan sampai merugikan mahasiswa itu sendiri," ujar Prof Musafir

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar, Prof Siti Aisyah Kara yang juga memberikan sambutan menyampaikan apresiasi terhadap pemilihan mahasiswa beberapa waktu yang lalu sangat kondusif mulai dari tingkat Fakultas hingga Universitas.

"Saya mengucapkan terima kasih baik kepada LPP fakultas dan Universitas, kalian luar biasa sehingga menghasilkan pemimpin," kata Prof Aisyah di hadapan para pengurus lembaga kemahasiswaan.

Prof Aisyah juga mengatakan bahwa  tidak ada mahasiswa yang nakal atau tidak baik tetapi semua terbaik. Untuk pengurus baru harus ada kepercayaan yang dibangun antara mahasiswa dan pimpinan lembaga kemahasiswaan sehingga bisa bersinergi.


"Kalian mendukung kebijakan kampus atau mengkritik, asal mengerti kode etik. Terlebih lagi, kampus sudah terakreditasi A maka, otak dan karakter harus terakreditasi A," tambahnya.

Minggu, 03 Februari 2019

Kepedulian Pramuka UIN Alauddin Makassar tak perlu diragukan lagi.


Pramuka UIN Alauddin Makassar Menyerahkan Bantuan Untuk Korban Longsor di Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya, Sabtu (2/2/2019)


GOWA - Pasca bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Gowa pada Selasa (22/1/2019) lalu, bantuan kemanusiaan terus mengalir.

Salah satunya dari Pramuka Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Bersama pembina Racana, Pramuka UIN Alauddin Makassar menyalurkan bantuan ke sejumlah titik bencana alam di Kabupaten Gowa.

Setelah sempat menyerahkan bantuan kepada korban Longsor di Dusun Pattiro Desa Pattalikang Kecamatan Manuju, Sabtu (2/2/2019) Pramuka UIN Alauddin Kembali menyalurkan bantuan ke Kelurahan Sapaya Kecmatan Bungaya.

Kecmatan Bungaya merupakan salah satu daerah di Kabupaten Gowa yang terkena dampak longsor. Bahkan menelan puluhan korban jiwa yang hngga kina masih dilakukan pencarian.











Minggu, 06 Januari 2019

Tips Lulus CPNS Ala Eks Ketua Dewan Putri Racana Almaida UIN Alauddin Makassar

Kak Zuhriah, Ketua Dewan Racana Pandega (DRD) 2015 Racana Maipa Deapati UIN Alauddin Makassar.

GOWA -  Zuhriah anak dari pasangan Abdul Aziz Husnah dan Hj. Jawaria ini berhasil lulus tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada formasi hakim tahun 2017 lalu. Zuhriah lahir di Kabupaten Sidrap 11 Desember 1992.

Sebelum mendaftar cakim, Zuhriah yang hobi traveling banyak menceritakan beberapa prestasi yang ia pernah raih selama ini. Terlahir dari keluarga guru, menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus belajar dan berprestasi.

“Dari keluarga guru, orang tua menjadi teladan buat saya. Dalam artian ketika misalnya saya melihat orang tua berangkat ke sekolah itu sebenarnya sudah menjadi cambuk saya bahwa saya harus memberikan yang terbaik untuk orang tua”, katanya.

Rasa  ingin tahunya dan seringnya membaca mengantarkan Zuhriah mendulang berbagai prestasi semenjak di bangku sekolah. Berbagai prestasi yang pernah di dapat selama di bangku sekolah, Juara Kelas 1-6 SD, Juara Kelas VII-IX MTs dan Juara Kelas X-XII SMA. Berbagai juara yang ia pernah dapat mengantarkannya menjadi siswa teladan kabupaten Sidrap pada waktu itu.

“ketika saya berprestasi, maka itu juga akan membantu saya untuk membuat orang tua bahagia”, ungkapnya.

Tak hanya berprestasi di bangku sekolah, Zuhriah yang juga penikmat makanan yang penting halal dan thoyyiban ini juga berprestasi di bangku kuliah. Tahun 2015 ia berhasil menjadi wisudawan terbaik UIN Alauddin Makassar dengan IPK 4.00.

Aktif di organisasi kampus menurutnya bukan penghalang untuk berprestasi di akademik. Itu terbukti ia pernah menduduki beberapa jabatan di organisasi kampus, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jururanan (HMJ) Hukum Pudana dan Ketatanegaraan (HPK) dan Katua Unik Kegiatan Mahasiawa (UKM) Pramuka UINAlauddin  Makassar. 

Menurunya lagi, prestasi yang ia raih tidak terlepas dari anugrah tuhan dan doronmgan dari orang tua.
“Semua itu adalah anugrah dari tuhan, jadi jangan pernah tinggalkan amalan-amalan agama, shalat, kalau perlu shalat-shalat yang tambanhan seperti shala tahajjud  dan Dhuha”, tambahnya.

Mendengar ada pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi hakim, tidak ia sia-siakan. Sebagai lulusan Hukum Pidana dan Ketatanegaraan ia tidak ingin siasia-siakan kesempatan tersebut, lulusan terbaik UIN ini membulatkan tekat untuk ikut seleksi dan akhirnya lulus.

Saat ditemui, Zuhriah yang juga alumni S2 UIN ini banyak bercerita tentang kelulusannya sebagai cakim di pengadilan Agama. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia memanfaatkan dengan banyak belajar untuk mengikuti tes seleksi.

Sedikit banyak ia juga memberikan beberapa tips terkait kelulusannya. Di saat banyak orang yang mengikuti tes CPNS hanya untuk coba-coba, namun ia beranggapan berbeda. Menurutnya, kalau ingin melakukan sesuatu, harus dimantapkan sebelumnya.

“Saya banyak mendengar bahwa mereka mengikuti tes CPNS untuk coba-coba. Padahal sebenarnya kalau memang kita melakukan sesuatu harus dengan niat, artinya yang niatnya itu harus dimantapkan memang harus full memang bahwa insya Allah saya bisa lulus disini”, terangnya.

Pengurus DRD Masa Bakti 2015 Racana Almaida UIN Alauddin Makassar

Tak ingin hanya sekedar coba-coba, keseriusannya untuk mengikuti tes seleksi hakim ia buktikan dengan membeli beberapa buku dan mendownload beberapa informasi terkait seleksi penerimaan hakim.

“Nah buku itu yang kemudian saya baca berulang-ulang dan saya pelajari kemudian di samping itu selain mempelajari buku-buku download juga beberapa informasi yang berhubungan dengan tes CPNS tersebut kemudian dipelajari”, terangnya.

Terkait waktu belajar, gadis kelahiran Sidrap ini memilih waktu-waktu disaat semua orang pada umumnya sudah tidur pulas. Menurutnya, waktu-waktu seperti ini bias membuatnya fokus.

Namun menurutnya, yang terpenting adalah ridho dari tuhan. Dalam pertemuan sore itu, ia berulang kali  mengatakan bahwa apapun yang ingin kita lakukan harus dengan restu tuhan.

“Jadi kembali lagi bahwa setiap apa yang kita lakukan diniatkan dengan niat yang baik kemudian minta petolongan kepada tuhan dengan shalat, shalatnya diperbaiki, ngajinya diperbaiki, amalan-amalan sunnahnya diperbaiki. Kemudian kalau bisa didorong dengan bernazar”, tutupnya

Senin, 31 Desember 2018

Hafal 30 Juz, Nadya Anak Pertama Pembina Racana Almaida UIN Makassar Raih Penghargaan dari UIN Jakarta

Nadyatul Hikmah Shuhufi 

JAKARTA - Nadyatul Hikmah Shuhufi merupakan anak pertama dari Pembina Racana Alauddin dan Maipa Deapati (Almaida) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yaitu Muhammad Shuhufi dan Fatmawati Hilal berhasil mendapt penghargaan dalam bidang tahfidz 30 juz dari UIN Syarif Hidatullah Jakarta. Pengahrgaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dede Rosyada di Auditorium Harun Nasution, Senin (31/12/2018). 


"Jadi tiap tahun memang di UIN Jakarta ada event ini untuk semua mahasiswa yang berprestasi non-akademik. Ada beberapa kategori seperti Lomba nasional, lomba internasional, relawan, karya, tahfidz. Kebetulan tahun ini ada 244 mahasiswa yang dapat, saya salah satunya dari bidang tahfidz," kata Nadya sapaan akrabnya.


Nadya yang merupakan mahsiswi Jurusan Dirasah Islamiyah semester 3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan bawa ia mulai menghafal Alquran 30 juz  sejak 2014 lalu ketiak mondok di salah satu pesantren di Sulawesi Selatan


"Mulai hafal Quran pas masuk Madraah Aliyah (MA) di Pondok Pesntren (Ponpes) Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso tahun 2014 dan Alhamdulillah menyelesaikan hafalan 30 juz tahun 2016," ujarnya, Senin (31/12/2018)


Bagi mmahasiswi yang juga aktif sebagai anggota Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dalam proses menghafal bukan tanpa kendala. Pasalnya, ia berada di lingkungan ponpes yang bukan khusus penghafal dan itu membuatnya harus mengatur waktu yang baik antara belajar dengan menghafal Alquran.


"Kesulitannya karena memang saya Pondoknya bukan yang khusus menghafal saja. Jadi tetap ada belajar umum, ada penjurusan yang kebetulan saya ambil jurusan IPA, lumayan sibuk dari jurusan-jurusan lain. Ya paling dalam membagi waktu menghafal sama belajar saja kesulitannya," jelasnya.

Nadyatul Hikmah Shuhufi (Kanan) saat mendapat penghargaan

Menurut anak pertama dari dua bersaudara tersebut untuk membagi waktu antara belajar dan menghapal Aquran, biasanya ia memanfaatkan waktu sebelum subuh, setelah subuh dan sesudah shalat ashar. Selain itu dukungan orang tua dan orang-orang sekitarnya juga membuatnya terus semangat untuk menyelesaikan hafalan 30 juznya.


"Awalnya karena motivasi dari orang tua,  tidak pernah niat menyelesaikan 30 juz karena memang merasa susah di awal-awal. Tapi seiring berjalan, kebetulan saya juga sekamar di asrama dengan senior yang sudah hafal 30 juz waktu itu, jadi lebih banyak motivasi lagi. Dan tiap setoran hafalan pasti selalu dikasi motivasi dari pembina hafalanku untuk bisa nambah dan ulang terus itu hafalan," ungkapnya.


Sementara itu, untuk menjaga hafalan agar tidak hilang, gadis kelahiran Makassar 01 April 2000 ini selalu mengulang-ulangnya setiap hari minimal setengah juz. Selain itu, pesan-pesan orang tua juga ia selalu pegang.


"Satuji pesannya orang tuaku 'Murojaah. jangan lupa diulang-ulang terus hafalannya'. karena memang yang paling berat bagi penghafal Quran itu mengulang-ulangnya dan itu tugasnya penghafal, harus diulang-ulang terus dulu biasa bisa 1 juz perhari, tapi sekarang stengah juz perhari karena harus bagi waktu sama kuliah dan organisasi," 


Ia berharap dengan adanya penghargaan tersebut membuat dirinya semakin semangat untuk mengulang semua hafalannya. "Semoga kejutan di akhir tahun ini bisa membuat saya jadi makin rajin murojaah (Mengulang) hafalan, dan lebih semangat ber-resolusi lebih baik di tahun yang akan datang," harapnya.


Selain aktif kuliah dan Pramuka UIN Syarif Hidatullah Jakarta, Alumni MA Ponpes DDI Mangkoso ini juga aktif dibeberapa organisai kampus di antaran ETC (Elbariyah Tahfidz Center) untuk mengisi waktu  sambil setoran hafalan dan belajar tajwid bersama.

Kamis, 27 Desember 2018

Murac 2018, Berikut Beberapa Nama Calon Pengurus UKM Pramuka UIN Makassar


 
Nama-nama calon pengurus Racana Almaida UIN Alauddin Makassar masa bakti 2019


GOWA - Jelang musyawarah racana (Murac) yang rencana akan digelar akhir Desemner tahun 2018 ini, sederet nama mulai muncul untuk mengisi kursi kepengurusan Racana Alauddin dan Maipa Deapati (Almaida) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.


Sejumlah nama yang muncul tersebut sebagian masih pengurus lama yang ingin mengabdikan diri kembali sebagai pengurus Dewan Racana Pandaega (DRD) Almaida UIN Alauddin Makassar untuk masa bakti 2018.

Seperti Muh Ischak yang sekarang menjabat Ketua Dewan, Ahmad Faozan Sekretaris Dewan Putra, Andi Akbar Benadahara Dewan Putra dan Nurul Afian yang selarang menjabat sebagai Pemangku Adat Putra.

Selain itu, muncul juga beberapa nama yang sebelnuya merupakan sebagian besar dari koordinator yang ingin naik tahta. Mahatir Makmur Arif Hidayatullah Amsah, Agung Suhabi Putra, Amirul Haq, Andi Afham Mappa, Zarkawi Yahya, Salam Damai.


Sedangkan dari kepengurusan putri muncul nama Nurfa angkatan 35 yang juga merupakan Koordinator Bidang DRD 2018, kemudian Salmawati dari angkatan 34, Dyah Adila Perdana yang merupakan pandega muda dari angkatan 35.  Aisyah, Nur Chalisha, Mushlihatun Inayah HR, Suriani, Vilda Amalia, Herlina, Zulviani Syam. Sementara itu dari pangurus sebelumnya tidak ada yang mencalonkan lantara sudah menyelesaikan studinya.

Calon Pengurus Putra

1. Muh Ischak
2. Nurul Afian
3. Ahmad Faozan
4. Andi Akbar
5. Mahatir Makmur
6. Arif Hidayatullah Amsah
7. Amirul Haq
8. Andi Afham Mappa
9. Agung Suhabi Putra
10. Zarkawi Yahya
11. Salam Damai

Calon Pengurus Putri

1. Salmawati
2. Dyah Adila Perdana
3. Nurpa Zitun Zain
4. Aisyah
5. Nur Chalisha
6. Mushlihatun Inayah HR
7. Suriani
8. Vilda Amalia
9. Herlina
10. Zulviani Syam






Minggu, 16 Desember 2018

Sederet Nama Menuju 01 Racana Almaida UIN Alauddin Makassar



GOWA - Jelang musyawarah racana (Murac) yang rencana akan digelar akhir Desemner tahun 2018 ini, sederet nama mulai muncul untuk mengisi menuju kursi 01 Racana Almaida Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.


Sejumlah nama yang muncul tersebut sebagian masih pengurus lama yang ingin mencalonkan kembali sebagai ketua Dewan Racana Pandaega (DRD) Almaida UIN Alauddin Makassar. 

Seperti Muh Ischak yang sekarang menjabat Ketua Dewan, Ahmad Faozan Sekretaris Dewan Putra, Andi Akbar Benadahara Dewan Putra dan Nurul Afian yang selarang menjabat sebagai Pemangku Adat Putra.

Selain itu, muncul juga beberapa nama yang sebelnuya merupakan sebagian besar dari koordinator yang ingin naik tahta.

Selain pengurus lama, nama yang muncul juga merupakan sebagian besar dari koordinator bidang sebelumnya yang ingin naik tahta. Seperti Mahatir yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Perlengkapan DRD 2018.

Amir yang juga mantan Koodinator sanggar juga disebut-sebut masuk bursa pencalonan dan Arif yang dari angkatan 35 juga digadang-gadang sebagai calon kuat menuju 01 DRD 2019.

Sedangkan dari kepengurusan putri muncul nama Nurfa angkatan 35 yang juga merupakan Koordinator Bidang DRD 2018, kemudian Salma dari angkatan 34 dan Dila yang merupakan pandega muda dari angkatan 35. Sementara itu dari pangurus sebelumnya tidak ada yang mencalonkan lantara sudah menyelesaikan studinya. 







Rabu, 12 Desember 2018

Jelang Murac, Sejumlah Nama Mulai Muncul Menuju 01 DRD 2019



GOWA - Diperkirakan pemilihan Ketua Dewan Racana Pandega (DRD) Alauddin dan Maipa Deapati untuk masa bakti 2019 akan berlangsung sengit. Pasalnya, Jelang musyawarah racana (Murac) tahun 2018, sejumlah nama mulai bermunculan untuk mengisi bursa pencalonan menuju 01 Racana Almaida UIN Alauddin Makassar.

Sejumlah nama yang muncul tersebut sebagian masih pengurus lama yang ingin mencalonkan kembali sebagai ketua DRD Almaida UIN Alauddin Makassar. Selain pengurus lama, nama yang muncul juga merupakan sebagian besar dari koordinator bidang sebelumnya yang ingin naik tahta.

Berikut beberapa nama yang muncul dengan tagline masing-masing. Seperti ketua DRD 2018, Muh Ischak yang kembali lagi mencalonkan dengan tagline "Salam Dua Periode." Selain itu dari muncul juga nama bendahara dewan Andi Akbar.

Sementara itu, Mahatir yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Perlengkapan DRD 2018 juga muncul sebagai calon ketua, Amir yang juga mantan Koodinator sanggar juga disebut-sebut masuk bursa pencalonan dan Arif yang dari angkatan 35 juga digadang-gadang sebagai calon kuat menuju 01 DRD 2019.

Sedangkan dari kepengurusan putri muncul nama Nurfa angkatan 35 yang juga merupakan Koordinator Didang DRD 2018, kemudian Salma dari angkatan 34. Sementara itu dari pangurus sebelumnya tidak ada yang mencalonkan lantara sudah menyelesaikan studinya. 






Lantik Pengurus UKM Pramuka, Ini Pesan Rektor UIN Alauddin Makassar

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir bersama pengurus dan anggota UKM Pramuka  GOWA  - Rektor Universitas Islam Neger...